Rabu, 14 Oktober 2015

KARAKTERISTIK DAN PROGRAM KEGIATAN PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK

1.    Karakteristik Perkembangan dan Program Kegiatan Pengembangan Gerak Anak Umur 0-1 Tahun
a.       Meletakkan bola berwarna mencolok atau benda yang berbunyi, diharapkan anak mengambilnya, melemparnya, menahannya, menuju titk yang menarik perhatiannya.

b.      Menggantungkan benda yang menarik perhatian seperti mainan kerincingan di atas dengan jarak hampir terjangkau dengan jangkauan tangan anak, diharapakan anak akan berusaha menjangkau baik dengan tangan maupun kaki, tetapi karena tidak terjangkau anak memainkan jari tangan dan kaki di depan mata.

c.       Anak ditengkurapkan, diharapkan anak mengangkat kepala dan dada dengan bertumpu pada tangan.

d.      Membantu anak duduk, diharapkan anak mengangkat kepalanya.

e.       Meletakkan benda yang menarik perhatian kurang lebih 1 meter didepannya, diharapkan anak merangkak mencapai benda tersebut.

f.       Membantu anak duduk pada tempat yang aman dan tidak ada sandarannya, diharapkan anak dapat duduk tanpa ditopang.

g.      Membantu anak berdiri di dekat tempat yang ada pegangannya, diharapkan anak dapat berdiri dengan berpegangan.

h.      Dimasukkan anak ke dalam mainan yang beroda dan ada tempat pegangan, diharapkan anak dapat berjalan dengan berpegangan pada tempat pegangan tangan.

i.        Mainan yang menarik perhatian anak diletakkan di atas kepalanya, diharapkan anak dapat menolehkan matanya ke kiri dan kanan.

2.      Karakteristik Perkembangan dan Program Kegiatan Pengembangan Gerak Anak Usia >1-2 Tahun
a.       Meletakkan tutup gelas dan gelas di depan anak agar anak meletakkan tutup gelas di atas gelas
b.      Memberikan spidol warna dan kertas agar anak mengambil spidol dan mencoret-coret kertas tersebut.
c.       Memberikan beberapa balok berwarna agar anak menyusun balok tersebut sebanyak 2-3 balok.
d.      Meletakkan makanan dengan sendok di depan anak agar anak mengambil makanan dengan sendok dan memasukkan ke mulut.
e.       Meletakkan buku bergambar menarik agar anak membuka-buka buku tersebut.
f.       Menyediakan suara-suara yang berirama teratur (musik) atau tape recorder agar anak menggerakkan anggota badannya mengikuti irama musik.
g.      Membimbing anak untuk berjalan mundur agar tergerak untuk bisa berjalan mundur.
h.      Anak dilombakan untuk meraih benda kurang lebih 2 meter di depannya, diharapkan memperpendek waktu dengan berlari.
i.        Meletakkan benda-benda yang menarik perhatiannya di tangga ketiga dengan ketinggian lebih rendah dari ukuran kakinya, diharapkan anak naik dua tangga dan meraih benda tersebut, kemudian turun kembali sambil membawa benda itu.
j.        Meletakkan benda yang menarik perhatiannya pada anak tangga ketiga dengan ketinggian sama dengan ukuran panjang kakinya dan diharapkan anak naik dua tangga dengan merangkak dan meraih benda tersebut, kemudian turun sambil membawa benda itu.
k.      Meletakkan benda yang menarik perhatiannya di atas kursi orang dewasa, diharapkan anak naik merangkak dan meraih benda tersebut, kemudian turun kembali sambil membawa benda tersebut.

3.      Karakteristik Perkembangan dan Program Kegiatan Pengembangan Gerak Anak usia > 2-3 Tahun
a.       Meletakkan manik-manik dan benang di depan anak, agar merangkainya menjadi satu untaian manik-manik
b.      Meletakkan air di dalam gelas dan sendok di depan anak agar anak mengaduknya.
c.       Menyediakan botol plastik bekas obat dan tutupnya yang berulir agar anak dapat membuka tutup botol.
d.      Menyediakan kertas yang sudah ditandai dengan titik-titik, pensil, atau spidol warna agar dapat menghubungkan satu titk dengan titik lainnya dalam bentuk garis lurus.
e.       Memberikan beberapa balok berwarna agar anak menyusun balok tersebut sebanyak 3-5 balok.
f.       Sambil mengikuti lagu, anak diharapkan berjalan maju dan mundur beberapa langkah dan naik turun tangga sesuai dengan petunjuk lisan.
g.      Naik turun tangga dengan berpegangan.
h.      Memanjat tali yang menggantung dengan simpul-simpul berupa tangga.
i.        Di atas bak/ hamparan pasir anak melompat dengan dua kaki sekaligus.
j.        Belajar meniti.

4.      Karakteristik Perkembangan dan Program Kegiatan Pengembangan Gerak Anak usia > 3-4 Tahun
a.       Meremas kertas dan menyediakan tempat sampah, diharapkan anak akan meremas-remas kertas lalu membuangnya ke tempat sampah.
b.      Memakai dan membuka pakaian dan sepatu, diharapkan anak akan mencoba pakaian dan sepatu kemudian membuka kembali tanpa bantuan.
c.       Disediakan kertas yang berisi gambar titik-titik berupa lingkaran dan garis silang serta pensil, diharapkan anak akan menghubungkan titik tersebut sehingga terbentuk garis berupa lingkaran dan garis silang.
d.      Disediakan balok kayu berbagai ukuran yang jumlahnya 7 buah, diharapkan anak akan membentuk menara dengan menyusun balok sebanyak 4-7 balok.
e.       Diperdengarkan suara yang berirama, diharapkan anak akan melakukan gerak tari sederhana (tepuk tangan, mengangkat tangan, merentangkan tangasn, dsb) mengikuti irama suara.
f.       Disediakan beberapa bola yang daya pantulnya rendah dan keranjang sebagai sasaran, diharapkan anak akan melempar bola ke sasaran secara berulang.
g.      Dibuat garis pada lantai (lurus dan berbelok-belok) atau balok titian yang lurus. Anak ditugaskan untuk berjalan melintasi garis atau balok secara berulang.
h.      Disediakan area bermain yang luasnya minimal 7 m dan diperkenalkan permainan yang merangsang anak untuk berkejar-kejaran di area tersebut.
i.        Disediakan tali karet sepanjang kurang lebih 3 m, diharapkan anak akan bermain lompat tali beregu.
j.        Anak diajak menaiki dan menuruni tangga yang tinggi anak tangganya 10-20 cm, diharapkan anak akan menaiki dan menuruni tangga tanpa berpegangan dengan kaki kiri dan kanan secara bergantian.
k.      Dibuat beberapa rintangan dari tali yang tinggi 20 cm pada suatu area dan diharapkan anak akan melompati tali dengan satu kaki bergantian.
l.        Disediakan lorong yang panjangnya kurang lebih 4 m dan tingginya hanya bisa dimasuki secara merangkak dan merayap melalui lorong secara berulang-ulang.
m.    Guru atau orang tua memperagakan beberapa gerakan senam, diharapkan anak akan menirukan gerakan tersebut.

5.      Karakteristik Perkembangan dan Program Kegiatan Pengembangan Gerak Anak usia > 4-5 Tahun
a.       Disediakan beberapa pola gambar dan kertas yang dipotong kecil-kecil, diharapkan anak akan menempelkan potongan-potongan kertas tersebut mengikuti pola.
b.      Disediakan puzzle, diharapkan anak akan menyusun potongan-potongan tersebut menjadi gambar yang utuh.
c.       Menyediakan jarum tangan, benang, dan kain. Diharapkan anak akan menjahitkan benang ke kain secara sederhana.
d.      Disediakan pensil berwarna, kertas yang sudah diberi gambar, diharapkan anak akan mewarnai gambar itu dengan rapi.
e.       Disediakan kertas warna, kertas bergambar, dan lem. Diharapkan anak akan mengisi gambar atau pola sederhana dengan robekan kertas warna tersebut.
f.       Anak disuruh membuka kancing baju dan mengancingkannya kembali sehingga semua kancing baju menjadi rapi.
g.      Anak dibawa ke sebuah lapangan yang memiliki gundukan tanah menyerupai bukit. Diharapkan anak akan menaiki dan menuruninya secara berkesinambungan.
h.      Disediakan kertas yang terdiri dari titik-titik, diharapkan anak akan menarik secara lurus, melengkung, dan miring.
i.        Membunyikan musik atau irama, diharapkan anak akan mengekspresikan gerakan mengikuti irama tersebut.
j.        Anak berdiri sambil memegang bola kemudian dilemparkan ke atas dan berusaha menangkap kembali bola tersebut.
k.      Dibuatkan garis di atas tanah atau lantai berukuran lebar 20 cm dan panjang 4 m, diharapkan anak akan berjalan maju dan mundur di atas garis itu. Atau dapat dibuat dalam bentuk papan titian.
l.        Disediakan tambang berukuran 2 m, menggantung pada sebuah penyangga, diharapkan anak memanjat dan bergelantungan beberapa saat pada tali tersebut.
m.    Membuat dua garis yang lebarnya 50 cm ibarat sbuah parit, diharapkan anak melintas garis itu dengan cara melompatinya.
n.      Membunyikan musik, anak tanpa harus meniru gerakan orang lain dapat berkreasi dengan menggeraknya sendiri.

A.    Tingkat Pengembangan Kemampuan Gerak
Tingkat 1
Pada tingkat terendah adalah reflex yang didominasi oleh kemampuan gerak pada usia tiga sampai empat bulan pertama

Tingkat 2
Selanjutnya kegiatan bergerak termasuk berguling, merangkak, berdiri, berjalan dengan bantuan, dan berjalan tanpa bantuan adalah tingkatan selanjutnya. Kemampuan gerak ini biasanya muncul pada usia antara empat sampai tiga belas bulan. Sekitar 85% sampai 90% bayi menunjukkan kemampuan ini pada urutan kronologis yang sama.

Tingkat 3
Tingkat ketiga sering disebut kemampuan gerak dasar yang muncul dari mulai akhir masa bayi sampai 6-7 tahun. Termasuk di dalamnya kemampuan bergerak seperti berlari, melompat, dan kontrol benda seperti melempar, menangkap, memukul, menendang, dan memantulkan. Kemampuan gerak pada tingkat pertama kadangkala dikategorikan sebagai kamampuan phylogenetic (pengembangan suatu makhluk) artinya merupakan hal yang biasa untuk semua makhuk.

Tingkat 4
Pada tingkatan teratas adalah kemampuan gerak khusus yang kadang dikategorikan sebagai kemampuan ontogenetic artinya pengembangan individual, karena kemampuan ini tidak ditunjukkan oleh semua orang, tetapi secara spesifik yang mengarah pada kebutuhan dan minat seseorang.

B.     Prinsip Dasar Pengembangan Kemampuan Gerak
1.      Anak usia TK sudah memiliki kemampuan melihat dengan fokus yang benar sehingga guru dapat memberikan aktivitas melempar bola.
2.      Anak usia TK telah dapat melakukan serangkaian gerakan secara berkelanjutan, misalnya gerakan menangkap-melempar-menendang.
3.      Guru perlu memberikan relaksasi pada anak setelah mereka beraktivitas atau melakukan suatu gerakan. Tubuh anak perlu mengalami relaksasi agar otot yang telah bekerja dapat relaks sejenak.
4.      Gerakan oposisi. Gerakan ini perlu diperkenalkan pada anak. Gerakan oposisi adalah gerakan seperti berjalan atau berlari, dimana posisi tangan kanan diayunkan ke depan dikoordinasikan dengan langkah kaki kanan ke depan.
5.      Pemindahan beban. Gerakan pemindahan beban pada anak dapat dilakukan dengan mengajarkan kepada mereka gerakan memanjat pohon.
6.      Tenaga. Sebagai guru TK perlu memberikan aktivitas kepada anak didik tentang kekuatan tenaga.

C.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kemampuan Gerak
Faktor tampilan paling sering berpengaruh pada kemampuan gerak tertentu. Faktor tampilan dapat berupa ukuran tubuh, pertumbuhan fisik, kekuatan, dan berat tubuh serta sistem syaraf.
Faktor lingkungan juga mempengaruhi pengembangan kemampuan gerak, motivasi untuk bergerak mungkin karena adanya stimulasi dari lingkungan, misalnya melihat benda atau mainan yang menarik maka seseorang akan bergerak menuju ke arah benda. Sebaliknya, terbatasnya kesempatan untuk bergerak secara aktif akan memperlambat perkembangan gerak anak.


Sumber:
Bambang Sujino, dkk. (2014). Metode Pengembangan Fisik. Banten: Universitas Terbuka.

TAHAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN GERAK ANAK



A.    Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Anak
Guru TK perlu memahami berbagai sifat-sifat jasmani yang terdapat pada manusia sejak dari anak-anak sampai dewasa. Pengetahuan yang memadai dari unsur-unsur tersebut akan membantu dalam merencanakan suatu program kegiatan yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengetahuan tersebut antara lain:
1.      Psikologi membahas tentang aspek kejiawaan.
2.      Anatomi mempelajari tentang pertumbuhan tulang, otot, dan persendian.
3.      Fisiologi membahas tentang kemampuan berfungsinya organ-organ tubuh.
4.      Sosial mengkaji tentang pandangan anak terhadap kemampuan diri sendiri serta hubungannya dengan alam sekitar.

B.     Tahap Perkembangan dan Pertumbuhan Masa Kanak-kanak
1.      Usia Perkembangan
Usia kalender menyatakan berapa tahun dan bulan usia seseorang. Usia anatomik biasanya dikaitkan dengan pertumbuhan tulang kerangka. Seringkali tulang-tulang pergelangan tangan dipakai sebagai ukuran dalam memperkirakan usia seseorang.
Umur fisiologik atau faali berkaitan dengan pubertas atau masa akil baliq (dewasa), yang umumnya antara umur 14 sampai 18 tahun. Ini dapat ditetapkan dari tumbuhnya rambut-rambut, perubahan suara pada anak laki-laki dan menstruasi pada anak perempuan. Penggolongan terakhir adalah umur mental atau kejiwaan ini dapat diketahui melalui tes-tes untuk mengukur derajat kemampuan individu dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah tertentu.

2.      Pertumbuhan Fisik dan Gerak pada Berbagai Usia
Sifat-sifat pertumbuhan fisik dan gerak pada masa kanak-kanak selama sebelum memasuki TK, sekolah dasar, dan adolesen sangat penting bagi pendidik. Selama dalam kandungan, janin bayi tumbuh sangat cepat. Sesudah lahir pertumbuhan berjalan terus dengan cepat selama dua tahun dan sesudah itu mulai agak lambat. Pada waktu lahir sampai 18 bulan ukuran kepala relatif besar sekali dibandingkan dengan seluruh badannya. Perkembangan terjadi dari kepala ke bawah atau yang disebut cephalocaudal, tangan lebih cepat tumbuh daripada kaki. Perkembangan juga berjalan mulai dari sumbu badan ke arah luar atau proximodistal. Sehubungan dengan  cephalocaudal dan proximodistal, sebaiknya program-program pengembangan anak kecil perlu menekankan pada aktivitas atau kegiatan dari otot-otot besar yang akan berpengaruh terhadap organ-organ tubuhnya.
Pada anak usia prasekolah (TK), perkembangan gerak merupakan perubahan kemampuan yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan geraknya. Aspek perilaku dan perkembangan motorik saling mempengaruhi satu sama lain. Prisnip program pengembangan gerak ana usia prasekolah adalah terjadinya suatu perubahan baik fisik maupun psikis sesuai dengan masa pertumbuhan dan perkembangannya.
Perlu ditekankan bahwa perubahan penampilan yang merupakan hasil belajar adalah perubahan melekat. Banyak perubahan dalam penampilan terjadi karena sebab lain yang sifatnya hanya sementara, seperti kelelahan, obat-obatan, atau kondisi lingkungan.
Perubahahn keterampilan gerak anak usia prasekolah karena faktor kematangan, jelas tidak bisa dikatakan sebagai hasil belajar atau latihan. Pemberian kegiatan yang sistematis dan terprogram secara baik memerlukan sebuah model program pengembangan gerak anak usia prasekolah yang menjadi upaya konkrit dalam memfasilitasi peningkatan keterampilan gerak anak usia prasekolah secara optimal.
Pada anak usia sekolah dasar, keterampilan-keterampilan dasar mulai dikuasai dan mempengaruhi perkembangan pribadinya yang penting bagi kehidupan selanjutnya, sedangkan selama masa TK, anak laki-laki dan perempuan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang boleh dikatakan sama, maka dalam mendidik melalui keterampilan yang berupa lari, lompat maupun lempar mereka dapat dimasukkan dalam satu kelompok yang sama (laki-laki dan perempuan dicampur)

3.      Ciri Anak-anak Usia TK
Dalam memberikan latihan pada anak usia TK harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari anak. Sebab memberikan latihan aktivitas fisik ataupun gerakan-gerakan yang tidak cocok bukan hanya tidak berhasil, tetapi mungkin akan membahayakan anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Di samping penyesuaian dan hubungan dengan latihan-latihan yang tidak dikuasai oleh anak-anak serta sesuai dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai, perlu diperhatikan tingkat kematangan anak dilihat dari segi umur mereka.

C.    Pertumbuhan dan Perkembangan Tubuh
1.      Tulang Kerangka
a.       Pertumbuhan anak TK lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan perumbuhan usia 1 sampai dengan 1 ½ tahun.
b.      Tulang belulang anak TK masih rawan.

2.      Pertumbuhan Gigi
a.       Gigi susu anak lengkap pada sekitar usia 3 tahun.
b.      Pengobatan gigi susu anak sama seperti pengobatan gigi dewasa, namun pemeriksaan gigi oleh dokter dimulai pada usia 3 ½ tahun.

3.      Pertumbuhan Otot-otot
a.       Pertumbuhan otot pada anak terbatas pada otot-otot yang besar.
b.      Beberapa keterampilan berkembang dengan penggunaan otot-otot lengan, kaki, dan perut
c.       Perkembangan berbagai keterampilan motorik tidak berimbang.

4.      Perkembangan Organ Tubuh
a.       Susunan organ tubuh anak telah cukup matang.
b.      Anak-anak menaruh perhatian pada alat dan fungsinya atau pekerjaannya. Masturbasi atau onani pada anak-anak sering menyertai minat tersebut.
c.       Hubungan dengan dunia di luar rumah semakin meluas, kemungkinan terjadinya luka akibat dari sentuhan benda lain akan bertambah.

D.    Keadaan dan Tanda-tanda Anak-anak Taman Kanak-Kanak
1.      Anak menjelang usia 5 tahun sangat energik dan tidak mengenal diam.
2.      Egonya atau aku menjadi dirinya. Keinginan untuk menempatkan sendiri untuk segala sesuatu semain berkembang.
3.      Permainan yang meminta kerja sama, paling disukai anak-anak.
4.      Baik permainan melalui gerakan badan maupun permainan yang memakai tindakan sangat disukai. Penggunaan imajinasi atau khayalnya dapat terlihat.
5.      Kegembiraan dengan gelak tawanya merupakan bentuk hubungan (komunikasi) yang akrab sekali.
6.      Kebiasaan-kebiasaan seperti buang air, minum, dan sebagainya sudah mulai teratur.

E.     Kebutuhan-kebutuhan Anak TK
1.      Rasa aman dan tentram dalam lingkungan keluarga merupakan kebutuhan utama.
2.      Kebutuhan berkawan dengan anak-anak lain penting bagi mereka.
3.      Bagi anak-anak harus ada beraneka ragam kegiatan yang luas, untuk mengembangkan otot-otot lengan, bahu, badan kaki bagian atas dan bawah.
4.      Orang tua harus bertindak bijaksana apabila anak-anak memberikan perhatian besar terhadap kelamin.  Kebersihan mengenai berpakaian, pengawasan kebiasaan buang air, minat-minat lainnya juga diperlukan.
5.      Anak-anak memerlukan tidur secukupnya, karena tidur merupakan istirahat yang baik serta pokok utama untuk kesehatan.
6.      Kesenangan akan makanan bagi anak-anak perlu diperhatikan, waktu makan perlu diatur serta diperhatikan, makanan yang cukup baik mutunya maupun jumlahnya.
7.      Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi dirinya.


Sumber:
Bambang Sujino, dkk. (2014). Metode Pengembangan Fisik. Banten: Universitas Terbuka.